Al-Basmalah


Di dalam Al-Qur’an, ada satu ayat yang tidak boleh orang lupa mengucapkannya pada setiap saat. Terutama sebelum melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan baik. Sebab surat-surat yang mulia dalam Al-Qur’an diawali dengan ayat ini. Demikian pula nama Allah adalah nama yang pertama yang disebutkan dalam Al-Qur’an, dan sifat-sifatnya  yang pertama pula yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Implikasinya, bahwa setiap saat sebelum melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan baik, kita senantiasa harus berdzikir terlebih dahulu dengan ayat ini. Ayat yang dimaksud adalah al-Basmalah.

Seperti kita ketahui, jumlah ayat al-Basmalah dalam Al-Qur’an ada sebanyak surat-surat itu sendiri, yaitu 114 kali, karena ayat al-Basmalah termasuk salah satu ayat dari surat-surat yang terdapat dalam Al-Qur’an, kecuali surat At-Taubah, yang dikatakan sebagai lanjutan dari surat    Al-Anfal, sehingga menjadi 113 kali. Akan tetapi menjadi sebanyak 114 kali karena ada penambahan dari surat An-Naml ayat 30, yang mengkisahkan Nabi Sulaiman alaihi salaam mengirim surat yang ditujukan kepada ratu Bilqis, di mana isi suratnya diawali dengan kalimat Basmalah.

Ada juga sebagian ulama yang menyatakan bahwa al-Basmalah me-rupakan ayat yang terlepas dari surat-surat dalam Al-Qur’an dan diturun-kan untuk menjelaskan awal surat serta memisahkan antara surat-surat lainnya.

Al-Basmalah, atau kalimat basmalah dari lafal (kata-kata) al-ismu atau ismi yang artinya menunjukkan pada suatu dzat atau nama, kemudian diawali dengan huruf ba menjadi bismi yang menunjukkan arti menggunakan bantuan, atau memohon pertolongan dengan menyebutkan dzat atau nama.

Sebagai contoh: ”Mengambil air dengan nama gayung”. Ini berarti mengambil air dengan pertolongan atau bantuan yang bernama gayung, sebuah alat yang memiliki spesifikasi sebuah gayung.

Jika pekerjaan mengambil air dengan tidak ada nama gayung, hanya “mengambil air” saja, maka pekerjaan tersebut tidak sempurna. Dalam contoh kalimat tersebut, pekerjaan mengambil air dengan tanpa menyebutkan peralatan yang digunakan, maka pekerjaan tersebut tidak jelas. Apakah diciduk atau ditimba? Apakah dengan menggunakan ember atau menggunakan gayung? Dengan demikian ia telah melupakan hakekat bantuan dari sebuah alat.

Demikian pula halnya, apabila setiap kita membuka atau memulai suatu pekerjaan dengan tanpa menyebut nama Allah terlebih dahulu, dan tidak memuji serta menyatakan syukur kepada AllahSubhanahu wa ta’ala, berarti pekerjaannya itu adalah atas namanya sendiri, bukan atas nama Allah. Sebab seluruh pekerjaan yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah, berarti pekerjaannya tidak membutuhkan bantuan dan pertolongan Allah Subhanahu wa ta’ala. Hal yang demikian merupakan perbuatan yang tidak diakui syari’at, sebab telah menjadikan kesombongan makhluk di hadapan Yang Maha Pencipta.

Sabda Nabi salallahu alaihi wassalaam:

Setiap pekerjaan baik yang tidak dimulai dengan menyebut nama Allah, maka pekerjaan itu terpotong (tidak sempurna)”.

Ini mengandung arti, bahwa setiap hendak membuka atau memulai segala bentuk pekerjaan yang baik, kita senantiasa memohon bantuan atau pertolongan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Jika tanpa pertolongan dan bantuan Allah, kita tidak mungkin bisa menyelesaikan suatu pekerjaan. Sebab pada hakekat-nya kekuatan untuk melakukan suatu perbuatan bersumber hanya dari Allah Subhanahu wa ta’ala, bukan dari diri sendiri. Kemampuan dan kesanggupan kita hanya sebatas membangkitkan kemauan dan mengerahkan tenaga untuk tujuan  hidup kemanusiaannya.

Kalau kita teliti, al-Basmalah mengandung dua kata yang serupa, tapi berbeda arti, yaitu kata Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim. Dua nama sifat Allah dalam Asma’ul Husna.

Ar-Rahmaan artinya pengasih, atau pemurah. Maknanya adalah suka memberi, tidak pelit. Pengasih dari kata dasar kasih, yang artinya memberi, curah, merasa sayang, atau perasaan sayang. Bila menggunakan kata pemurah kata dasarnya adalah murah yang artinya banyak-banyak, tidak pelit, limpah-limpah, besar pemberian. Kasih dan murah memiliki makna yang sama. Maka pengasih dan pemurah maknanya adalah sama.

Ar-Rahiim artinya  penyayang,  belas kasihanPenyayang kata dasarnya adalah sayang, artinya kasih, cinta. Belas kasihan artinya perasaan hati yang iba melihat orang yang menderita sengsara.

Jadi, kalau kandungan dua kata dalam al-Basmallah tersebut diterjemahkan menjadi Pengasih dan Penyayang, maka  Pengasih artinya suka menaruh belas kasihan, suka memberi, tidak pelit. Sedangkan kata Penyayang artinya pengasih, pencinta, bersifat belas kasihan. Berarti dua kata yang mengandung makna yang sama.

Karena Allah memiliki sifat-sifat ketakterhinggaan atau kemahaan, maka sifat-sifat kasih dan sayang menjadi Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Jika demikian, apabila kedua kata tersebut bermakna sama, mengapa ada Ar-Rahmaan tapi juga mengapa ada Ar-Rahiim? Mengapa ada Pengasih tapi juga mengapa ada  Penyayang?

Penjelasan makna Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim oleh para ulama berbeda-beda, dan jangkauan analisisnya amat luas dan dalam.

Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim adalah dua sifat dari rahmat. Rahmat Allah adalah ihsan. Artinya, Rahmat Allah adalah Kecintaan dan Kasih Sayang,  wujud dari keihsanan-Nya

Ar-Rahmaan berarti Adzhimur Rahmah, maknanya: rahmat Allah  yang sangat banyak dan besar. Sedangkan Ar-Rahiim berarti Daimur Rahmah, maknanya: senantiasa kekal mencurahkan rahmatnya. Rahmat yang berkelanjutan dan terus-menerus dalam berbagai bentuk peristiwa dan kejadian. Sifat terus-menerus inilah yang tidak terdapat pada makhluk-Nya

Dengan demikian, makna Arrahmaanirrahiim adalah Rahmat yang sangat banyak serta besar dan senantiasa kekal berkelanjutan dalam mencurahkan Rahmat-Nya.

Ada pula yang mengatakan Ar-Rahmaan adalah yang memberi nikmat-nikmat besar, sedangkan Ar-Rahiim adalah yang memberi nikmat-nikmat kecil. Allah adalah Ar-Rahmaan, karena Allah memberi kepada kita kenikmatan melihat, maka kita diberi-Nya mata. Allah adalah Ar-Rahiim, karena Allah menciptakan kelopak mata dan bulu mata untuk menjaga dan memelihara mata kita.

Allah adalah Ar-Rahmaan, karena Allah memberi kita hidup dan Allah adalah Ar-Rahiim, karena Allah menyediakan segala untuk memelihara kehidupan kita. Allah adalah Maha Pengasih karena Allah memberi kita hidup, dan Allah adalah Maha Penyayang karena Allah memberi kita rasa lapar untuk memelihara kelangsungan hidup. Dengan demikian, di dalam rahmat Arrohmaanir-rohiim terdapat rahmat yang tak terukur oleh akal kita, yaitu kita diberi hidup dan yang memelihara hidup itu sendiri.

Ada pula yang mengatakan Ar-Rahmaan adalah nama yang khusus hanya untuk Allah semata, hamba-Nya tidak memiliki hak menyamai-Nya dalam hal nama ini. Apabila ada seseorang yang bernama atau suka dinamai Ar-Rahmaan, maka ia telah durhaka kepada Allah Yang Maha PengasihAr-Rahmaan artinya Dzat yang memberi nikmat besar kepada hamba-Nya. Di dalamnya terkandung arti rahmah, rahmat, belas kasihan, karunia, barokah, dan yang meliputi segala macam bentuk kasih sayang yang diberikan kepada seluruh makhluk-Nya. Pemberian rahmat seperti ini kepada hamba-Nya hanya-lah khusus dilakukan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala semata.

Ar-Rahiim termasuk juga nama yang khusus untuk Allah semata. Sifat ini menunjukkan belas kasihan yang spesifik kepada orang-orang beriman.

Terlepas dari masalah perbedaan pandangan mengenai penjelasan makna lafazh Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim, yang terpenting adalah dampak  dari  mengucapkan al-Basmalah bagi kita sebagai hamba Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, berapa banyak kita melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan dengan berbagai bentuk, sifat dan ukurannya. Seperti mandi, mengenakan pakaian, membuka pintu, menaiki kendaraan, hendak duduk, menyalakan kompor, menstarter kendaraan, minum obat, mencuci, menyapu, berbicara (komunikasi), dan seribu satu macam bentuk kegiatan dan pekerjaan lainnya. Adakah perbuatan-perbuatan itu, baik laki-laki maupun perempuan, disadari atau tidak, yang terbebas dari kekhilafan yang bisa menimbulkan dosa? Menyantap makanan tanpa lebih dahulu mengucapkan bismilah saja sudah merupakan kesombongan, karena merasa dirinya tidak butuh bantuan Yang Maha Memelihara.

Oleh karena itu, marilah, mulai dari sekarang,  pada bulan Ramadhan ini, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu, remaja pria dan wanita, dan kepada anak-anak pun agar diajarkan, dengan melibatkan hati serta lidah (lisan) berupaya membiasakan diri untuk meminta bantuan dan ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan mengucapkan ayat Al-Basmalah terlebih dahulu sebelum melakukan suatu pekerjaan halal, sekecil apapun pekerjaan itu.

Seberapa banyak pekerjaan dalam kesibukan sehari-hari, sebanyak itu pula kita dapat berdzikir dengan ayat ini. Dzikir tidak berarti sebatas duduk lama-lama mengucapkan tasbih, tahlil, tahmid dan takbir saja. Bukankah dengan mengucapkan ayat Basmalah sebelum melakukan suatu pekerjaan harian, berarti kita banyak mengingat dan menyebut nama Allah? Dan bagi hamba-hamba, baik laki-laki maupun perempuan, yang senantiasa banyak menyebut nama Allah, bukankah Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang sudah menyediakan  maghfirah (ampunan)  dan pahala yang  besar?

Kaji dan renungkanlah kesungguhan Allah  Subhanahu wa ta’ala seperti dalam firman-Nya:

Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzaab 33:35).

Maha suci Allah! Kita tidak sanggup untuk mengetahui batas ampunan ini, dan akal kita tidak mampu untuk menghitung ukuran  pahala ini.

Sekali lagi, marilah, sebelum melakukan suatu pekerjaan halal, sekecil apapun pekerjaan itu, senantiasa kita berdzikir terlebih dahulu dengan ayat al-Basmalah, agar kita memperoleh ampunan-Nya  dan pahala yang besar.

Hanya kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kami memohon ampun.

Wallaahu a’lam.

(Dedy Kusnaedi).


1 Komentar

  1. adampisan said,

    8 November 2009 pada 9:03 pm

    alhamdulillah…. pencerahan luar biasa. terima kasih pak..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: